header image

Membuat Software MLM (Multi Level Marketing)

Posted by: masiqbal | December 20, 2008 | 6 Comments |

Sebelumnya saya mengatakan pada blog ini bahwa saya tidak akan mau menjadi anggota MLM. Tapi saya pernah membuat software untuk sebuah perusahaan yang menerapkan sistem MLM. Saya merasa seperti seorang empu pembuat keris tapi tidak mau menggunakannya karena takut salah tikam.

Software yang saya buat bisa membantu perusahaan dalam mengurai keruwetan administrasi jenjang dan arus uang dalam MLM. Software tersebut juga bisa menyediakan mekanisme pelaporan yang transparan bagi anggotanya. Anggota bisa mengecek berbagai hal yang terkait engan aktifitasnya melalui sebuah website dan via SMS ke nomor premium 9696.

Nah, baru saja tadi saya menulis tentang keengganan saya menjadi anggota MLM, ada salah satu perusahaan penerbit buku terkemuka yang meminta dibuatkan software MLM lagi. Konsepnya agak sedikit berbeda dengan yang telah saya buat sebelumnya. Kalau yang dulu seseorang bisa mempunyai downline langsung tidak terbatas, sekarang hanya bisa mempunyai dua downline langsung (binary system).

Minggu depan mau presentasi langsung di kantornya. Kalau mereka setuju dengan penawaran perusahaan saya, berarti bikin lagi deh software MLM. Tapi tetep aja saya gak mau jadi anggota MLM. :P
AMBIVALEN!

#UPDATED:

Dengan memohon maaf kepada calon klien, akhirnya saya memutuskan untuk tidak datang ke pertemuan membahas software MLM tersebut. Terlalu banyak keributan di kepalaku. :P

under: Uncategorized

Baru saja membaca buku Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang merupakan bagian dari tetralogi Laskar Pelangi.

Edensor juga sudah kubaca, Maryamah Karpov baru separuh… eh… diambil sama yang punya… Sadis!

# gak modal banget sih si iqbal!
# yang penting kan bukan hak milik, tapi hak pakai :P

under: Uncategorized

Network Marketing

Posted by: masiqbal | December 19, 2008 | 4 Comments |

Sering kali orang bertanya kepada saya tentang Network Marketing. Mulai dari aspek hukumnya menurut islam, prospek dan model bisnisnya, hingga yang hanya berpura-pura bertanya dengan tujuan utama merekrut saya. He he he. Melalui tulisan ini saya mencoba mengutarakan pandangan saya tentang Network Marketing seobyektif mungkin, berdasarkan pengalaman saya sendiri yang pernah mengikuti program-program seperti itu serta kisah-kisah yang saya dengar dari orang lain.

DEFINISI NETWORK MARKETING

Dalam sebuah organisasi, terutama yang berorientasi profit, pemasaran merupakan ujung dari value chain yang langsung bersentuhan dengan konsumen. Karena pemasaran hanyalah salah satu mata rantai, maka ia tidak ia tidak bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain, pemasar bukanlah segalanya. Saya sering mendapati orang yg berlebihan dalam memandang dirinya sebagai anggota Network Marketing.

Namun tak bisa dipungkiri, pemasaran merupakan wajah dan ujung tombak dari sebuah organisasi. Maka tak heran, jika perusahaan melakukan berbagai upaya untuk mempercantik diri dan melakukan berbagai inovasi agar punya kekuatan untuk menembus pasar.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan implementasi Network Marketing. Kalau ditilik dari arti katanya, sebenarnya Network Marketing bukan hanya Multi Level Marketing (MLM) atau Viral Marketing (VM) saja. Pada dasarnya hampir semua pemasaran berada dalam jejaring (networked). Perusahaan punya jaringan distributor, agen, dan pengecer. Perusahaaan asuransi banyak yang mengalokasikan bonus kepada marketernya jika dia bisa menarik marketer lain, atau pedagang bakso yang menggratiskan bakso jika ada pelanggan yang membawa pelanggan lain (Member Get Member -MGM). Namun bedanya hanya dengan MLM, MGM hanya berhenti sampai level itu saja.

Ok, kita batasi Network Marketing ini pada level berjenjang saja (MLM ataupun VM), di mana keanggotaan terbuka bagi semua orang yang akan mendapatkan manfaat dari kinerja orang yang direkrutnya (downline) dan memberikan manfaat kepada orang yang merekrutnya (upline). Banyak orang yang menganalogikan MLM seperti Amal jariyah berdakwah atau menyebarkan ilmu, dimana selalu mendapatkan pahala selama masih ada kebaikan / ilmu bermanfaat secara turun temurun.

ASPEK HUKUM DALAM ISLAM

Berbicara mengenai aspek hukum, ada baiknya untuk menyimak artikel yang ditulis oleh HM Cholil Nafis Lc MA (Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU) di website resmi Nadhlatul Ulama di http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=13946.  Di sana disebutkan bahwa pada dasarnya boleh, dengan batasan-batasan tertentu. Menarik juga membaca komentar-komentar atas artikel tersebut. Silahkan baca sendiri detailnya.

Tentu saja harus diakui bahwa hukum agama mempunyai kebenaran yang relatif karena tergantung dari mana sumber dalilnya, bagaimana konteksnya, dan yang lebih parah lagi (kadang) siapa yang meramunya dan apa kepentingan di baliknya. Kebenaran absolut hanya milik Allah. Maka dari itu, sebelum mencari tahu tentang hukum sesuatu, seharusnya seseorang memastikan niatnya apakah ingin mencari KEBENARAN atau PEMBENARAN.

Dalam hal Network Marketing, sebaiknya kita mengonfrontasikan ke hati kita, jika ada penolakan sebaiknya tidak dilanjutkan. Namun jika kita yakin bahwa akan mampu berbagi manfaat tanpa mengeksploitasi orang lain, maka lanjutkanlah. Saya jadi teringat sabda Nabi “Al itsmu ma haka fi shodrik wa karihta an yaththoli’a ‘alaihinnas.”

SISI POSITIF NETWORK MARKETING

Saya pernah mengikuti program MLM yang menawarkan produk-produk dari Amerika saat masih awal SMA dulu. MLM  dengan berbagai metode pelaksanaanya bisa menyalakan motivasi dan optimisme yang besar pada seseorang. MLM mengajarkan orang untuk bermimpi dan berusaha mewujudkannya. MLM melatih anggotanya untuk piawai berkomunikasi secara efektif. Sampai saat ini saya masih mengagumi karya David J. Schwartz  dan Dale Carnegie yang menjadi “kitab suci” kala itu.

SISI NEGATIF NETWORK MARKETING

Hampir tidak ada resep yang tanpa efek samping, apalagi kalau dikonsumsi secara berlebihan. InnalLoha la yuhibbul musrifin. Seringkali dosis mimpi yang disuntikkan ke anggota MLM berlebihan, terlalu tinggi kadarnya di atas bumi realita. Motivasi kadang terlalu memenuhi otak sehingga menyisakan sedikit ruang untuk bisa berpikir jernih. Efeknya bisa menjadi mengerikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Bagi diri sendiri, mimpi yang terlalu melambung bisa menjelma menjadi dua kemungkinan: (1) Malas atau (2) Tak terkontrol. Mimpi melahirkan kemalasan, itulah salah satu anomali psikologi manusia. Pemimpi bisa menjadi pelamun dan pemurung, atau setidaknya dia menjadi malas melakukan hal lain selain yang ada di jalur mimpinya. Pemimpi juga bisa menjadi liar dan menabrak batas-batas kewajaran dan berpotensi untuk menghalalkan segala cara.

Efek menyedihkan bagi diri sendiri adalah ketika mendapati bahwa kenyataan  dikurangi harapan hasilnya di bawah nol alias kekecewaan. Upline seringkali mendorong downline untuk melangkah melebihi panjang jangkauan kakinya. Banyak yang harus dikorbankan untuk itu: uang, waktu, dan kejernihan pikir dan kadang harga diri.

Efek bagi orang lain yang sering saya temui adalah penolakan. Orang merasa risih dengan propaganda anggota MLM. Bahkan kadang orang menolak bertemu padahal tidak membicarakan MLM sekalipun. Oleh sebab itu, anggota MLM sering kali seperti minyak di taruh di air, hanya bisa menyatu dengan sesama anggota MLM lainnya.

PERDEBATAN SEPUTAR NETWORK MARKETING

Banyak sekali hal-hal yang memicu perdebatan antara dua kubu yang pro dan yang kontra. Seperti banyak yang menganggap MLM sebagai bisnis yang akan membuat kita kaya padahal sebenarnya pemilik perusahaan akan menjadi lebih kaya berlipat-lipat. Kenapa tidak menjadi pemilik perusahaan MLM aja alih-alih menjadi anggota MLM. Lain kali saya ulas deh… Kalau sempet tentunya… he he he.

NETWORK MARKETING BAGI SAYA

Setelah melalui perenungan dan perjalanan waktu, saya tidak akan mau menjadi anggota MLM lagi. Alasannya sangat personal, jadi tidak bisa digeneralisir ke orang lain. Tidak perduli dengan potensi bisnisnya yang begitu besar apalagi potensi kekecewaan yang tak kalah besar. Saya bukan takut dengan resiko dikecewakan oleh MLM, tapi takut akan mengecewakan orang lain. Sama halnya saat kegagalan MLM menimpa saya sebagai konsekuensi logis dari konteks zaman kala itu, saya sama sekali tidak meratapi diri, tapi meratapi orang-orang yang telah tergadaikan hidupnya karena ajakan saya.

Tujuan saya berbisnis adalah keuntungan maksimal, tapi tujuan hidup bukan itu. Jika dalam proses berbisnis menghianati tujuan hidup, maka harus segera dihentikan.

iqbal
# yang menulis MLM juga terlalu berlebihan. He he he.

.

under: Uncategorized

Don’t blame your eye oh one that loves me

Posted by: masiqbal | November 15, 2008 | No Comment |

Ma Loom….

When I listen the song, I feel encouraged to run very fast to the never ending destination and fly to the highest sky level. Not because of the lyric, but just because of its rhythm. Curious? Try to visit http://www.youtube.com/watch?v=YMsJJFvTRj0.  Yeah, this is one of my favourite songs.  I listened this song for first time (about 2001) at Kalibata, in a politican’s offical house, when preparing a painting exhibition for Gus Mus.

Here is it…

نوال الزغبي - مالوم

مالوم مالوم والله مالوم

مالوم عينك يل تهواني
ما تفارقني لو ثواني

تحمل همي و تشغل بالك
تتمناني دوم قبالي
مالوم عينك يل تهواني
ما تفارقني لو ثواني

طمن بالك هدي أعصابك
ما دام قلبي يهواك
لو بحضورك أو بغيابك
ما تشوف عيني سواك
ريح قلبي من عذابك
من هالنار الجواك
مالوم عينك يل تهواني
مالوم لا لا مالوم

و انت بقربي أنسى وجودي
و ما يبقالي عنوان
الا قلبك هو حدودي
دنيا و كلا ألوان
تروي بحبك كل ورودي
و تبقى عليي سهران
مالوم عينك يل تهواني

مالوم لا لا مالوم

Nawal al-Zoghbi - Don’t Blame

Don’t blame, by God, Don’t blame

Don’t blame your eye oh one that loves me
Don’t leave me although for a second
You carry my concern and worry your mind
You hope that I will remain before you
Reassure your thoughts and calm your nerves
As long as my heart loves you
If in your presence or absence
My eyes see no one except you
The wind of my heart is from your torment
From this fire inside of you
Don’t blame your eye oh one that loves me
Don’t leave although for a second

Don’t blame

When you are near me I forget my own presence
And I no longer have a title
Only your heart is by my side
A world and all the colors
You water all my roses with “I love you”
And you are watchful of me at night
Don’t blame your eye oh one that loves me
Don’t leave me although for a second

Don’t blame

under: Music
Tags: ,

Siapa yang harus disalahkan?

Posted by: masiqbal | October 3, 2008 | No Comment |

Suatu hari Nasrudin dari istrinya pulang dan mendapati rumah mereka telah dimasuki pencuri. Segala sesuatu yang berguna dibawa kabur sang pencuri.

“Ini semua salahmu.” kata istrinya, “karena kamu selalu merasa yakin bahwa pintu rumah sudah terkunci sebelum kita pergi”.

Para tetangga juga turut berkomentar: “Kamu sih tidak mengunci pintu-pintu”, ujar seorang tetangga.

“Heran. Kenapa kamu tidak membayangkan apa yang bakal terjadi?” ujar yang lain. “Kunci-kunci ternyata sudah rusak dan kamu tidak menggantinya”, kata orang ketiga.

“Sebentar,” kata Nasrudin, “tentunya, aku bukan satu-satunya orang yang bisa kalian salahkan.”

“Lalu, siapa yang harus kami salahkan kalau bukan engkau?” teriak orang-orang dengan gemas…

“Lho? Kok bukan para pencuri itu?” kata Nasrudin.

under: Uncategorized
Tags: ,

Obrolan di Patas 54

Posted by: masiqbal | September 27, 2008 | 3 Comments |

Sudah lama sekali tidak naik Bis Patas 54 Jurusan Grogol-Depok. Sejak mengalami “Post Car-Owner Syndrome” sebulan ini, public transportation menjadi satu-satunya sarana yang bisa saya manfaatkan. Sebenarnya saya adalah orang yang males berkeliaran di jalanan jakarta yang ruwetnya seperti semak belukar. Masalahnya adalah, sebagai manusia yang tidak merdeka dari keterkaitan dengan manusia lainnya, mau tidak mau sesekali harus merentas jalan untuk menunaikan kewajiban sebagai budak sosial. Read More…

under: Uncategorized
Tags: , ,

Dan, pemenangnya adalah…

Posted by: masiqbal | September 25, 2008 | 1 Comment |

Seorang pemilik toko sangat marah karena di sebelah kirinya dibuka toko yang mirip dengan tokonya, dan memasang papan pengumuman besar: “Harga Terjangkau”.

Kemudian di sebelah kanan tokonya, dibuka juga toko lain yang memasang papan pengumuman yang lebih besar: “Harga Termurah”.

Si pemilik toko panik, sampai akhirnya dia dapat ide. Ia memasang papan pengumuman paling besar di tokonya sendiri dengan tulisan “Pintu Masuk Utama”.

under: Uncategorized

Pengakuan Abdullah Gymnastiar (AA Gym)

Posted by: masiqbal | August 19, 2008 | 19 Comments |

(This blog was moved to http://blog.iqbal.or.id)

Baru pulang dari sholat shubuh di Masjid. Dingin….

Sejak beberapa bulan lalu, di kompleks saya ada penghuni baru yaitu AA Gym. Rumahnya yang di sini dihuni oleh istri keduanya, Teh Rini. Sedangkan istri pertama tetep di Bandung. So, sekarang di Masjid ada jadwal ceramah AA Gym bulanan. Sebenarnya juga ada Rhoma Irama, tapi saya tidak pernah lihat dia ceramah, kecuali kadang-kadang khotbah jum’at.

Habis sholat shubuh tadi, AA Gym didaulat untuk ngasih ceramah. Dia ngasih ceramah sekitar 10 menit, lalu membuka sesi tanya jawab. Jamaah malah lebih banyak bertanya seputar pribadi AA Gym dari pada materi ceramahnya. He he he.

Berikut ini petikan jawaban AA Gym yang saya ingat (tidak sama persis karena saya tidak bawa alat perekam):

Saya sangat mensyukuri kondisi sekarang. Dibanding dahulu, hidup saya sekarang lebih nyaman. Dulu saya tidak punya waktu untuk Allah dan keluarga saya. Ini menurut saya adalah cara Allah untuk menegur saya.Saya bisa terjebak ke cinta dunia dan kepalsuannya. Saya jadi takabbur dan riya.

Saya sudah mengalami puncak kejayaan dunia. Saya disanjung dan dielu-elukan di mana-mana. Tahu nggak, menurut LSI pada Juli 2006, rating saya adalah 91% sebagai orang yang dicintai oleh rakyat Indonesia. Itu adalah rating tertinggi yang pernah ada, mengalahkan para politisi dan artis.

Kalau dalam perjamuan kenegaraan, dimana ada presiden, wakil presiden, menteri, ketua MPR, ketua DPR, dan sebagainya, selalu ada satu kursi buat saya yang tidak punya jabatan apapun di negara ini. Akses ke mereka sangat dekat dan mudah. Bahkan kadang mereka yang mencari saya.

Dunia serasa ditumpahkan ke saya. Bayangkan, untuk bicara di TV saya mendapat 5juta per menit, dan TV berebut mendapatkan saya. Saya tampil di hampir semua TV dan dalam satu hari bisa beberapa kali. Belum lagi saya punya puluhan perusahaan yang profitable, dari hotel, jaringan supermarket, travel, dan lain-lain. Begitu mudahnya saya mendapatkan uang sehingga uang 1 miliar serasa tidak ada artinya buat saya.

Kemana-mana saya carter pesawat atau helikopter. Kemana saya pergi, orang berebut untuk melayani saya.

Orang melihat kemegahan saya, namun sebenarnya saya keropos. Yang tahu diri saya selain Tuhan adalah saya sendiri. Saya sangat bersyukur bisa diselamatkan dari keadaan itu melalui pernikahan yang halal. Banyak orang yang dibalik keadaannya dengan cara yang nista.

Saya mengalami masa yang berbalik 180 derajat. Dari disanjung menjadi dihina, dari kemegahan media menjadi buron kejaran wartawan. Itu semua untuk menguji saya untuk apa yang saya ucapkan di depan orang bahwa kita tidak boleh takut dihina manusia karena Allah lah yang harus kita takuti. Dulu berlimpah harta kemudian harus menjual asset. Banyak perusahaan tutup, sehingga perlu dana besar untuk uang pesangon. Tapi alhamdulillah saya masih kuat. Sekarang ini overhead saya 370juta per bulan.

Sahabat sejati jadi tersaring dari sahabat yang hanya demi uang. Kalau dulu bisnis mengandalkan figur saya, sekarang bisnis bener-bener dikelola professional. Pesantren saya Darut Tauhid sekarang lebih solid, dikelola oleh anak-anak muda.

Sekarang saya punya lebih banyak waktu untuk memijit kaki ibu saya, untuk berkumpul dengan keluarga, untuk mendidik anak-anak saya.

Ke depan saya ingin beraktifitas lagi. Baru saja guru saya meninggal. Guru saya yang lain pergi ke Mairo Mesir. Mereka bilang, kalau yang satu meninggal dan yang satu sudah ke kairo, berarti saya sudah saatnya balik lagi. Guru saya yang di Palembang siang malam mendoakan saya. Beliau hanya tidur 2 jam sehari, sisanya untuk sholat dan mendoakan saya.

Udah ada beberapa tawaran dari TV dan Radio. Tapi tidak sebanyak dulu.

Sampai sekarang saya tetap menjalankan aktifitas dakwah, kalau dulu di depan ribuan orang atau di layar TV, sekarang lebih banyak di pabrik-pabrik atau di kolong jembatan.

Materi yang saya sampaikan juga berbeda. Kalau sekarang lebih banyak tentang tauhid (ketuhanan).

Saya masih menjalin hubungan dengan ustaz-ustaz tenar sekarang, seperti Yusuf Mansur, Arifin Ilham, Ihsan Tanjung. Di antara mereka, sayalah yang paling tua.

—————————————————————————————–

Itu aja yang saya inget. Mungkin di benak temen-temen bisa berbeda mengenai pengakuan AA Gym tersebut. Kalau yang saya tangkap:

SISI POSITIF:

  • AA Gym adalah orang yang kuat
  • AA Gym selalu berfikir positif
  • AA Gym pantang menyerah
  • AA Gym sekarang (merasa) punya landasan yang lebih kuat dalam  berdakwah

SISI (mungkin) NEGATIF:

  • AA Gym ingin kembali ke tempat  yang dia sebut semu, dia ingin kembali  ke puncak kejayaannya.
  • Saya  merasa ada sedikit kesombongan , semoga aja itu hanyalah refleksi kepercayaan dirinya yang sangat tinggi atau untuk mempertegas konteks pembicaraan.

Apapun, saya tetap mendukung langkah AA Gym untuk come back. Saya sampai saat ini adalah orang yang mengaguminya.
WalLahu a’lam bishsowab.

under: Uncategorized

INDOSAT payah!

Posted by: masiqbal | August 18, 2008 | 1 Comment |

Sialankuatindosat_2

.

under: Uncategorized

Kisah temen bernama ****** dari Jawa Tengah

Posted by: masiqbal | August 16, 2008 | 2 Comments |

Seorang mahasiswa semester satu (1) yang baru saja duduk di bangku PTN ternama di Jakarta mengirimkan surat kepada kedua orang tuanya di desa nun jauh di pelosok Jawa Tengah. Begini isi suratnya:

“Bapak dan Ibu, alhamdulillah, saat ini saya sudah mulai kuliah di Jakarta. Kuliahnya dari pagi sampai siang. Teman-temanku di sini baik-baik, malah banyak juga yang berasal dari daerah. Saya juga sudah kost, biayanya agak mahal per bulan. Oh ya, Bapak dan Ibu, nilai IP saya semester satu (1) ini sudah keluar, yaitu 3,5. Doakan saya semoga kerasan tinggal di Jakarta”. Read More…

under: Uncategorized

« Newer Posts - Older Posts »

Categories