Sebelumnya saya mengatakan pada blog ini bahwa saya tidak akan mau menjadi anggota MLM. Tapi saya pernah membuat software untuk sebuah perusahaan yang menerapkan sistem MLM. Saya merasa seperti seorang empu pembuat keris tapi tidak mau menggunakannya karena takut salah tikam.
Software yang saya buat bisa membantu perusahaan dalam mengurai keruwetan administrasi jenjang dan arus uang dalam MLM. Software tersebut juga bisa menyediakan mekanisme pelaporan yang transparan bagi anggotanya. Anggota bisa mengecek berbagai hal yang terkait engan aktifitasnya melalui sebuah website dan via SMS ke nomor premium 9696.
Nah, baru saja tadi saya menulis tentang keengganan saya menjadi anggota MLM, ada salah satu perusahaan penerbit buku terkemuka yang meminta dibuatkan software MLM lagi. Konsepnya agak sedikit berbeda dengan yang telah saya buat sebelumnya. Kalau yang dulu seseorang bisa mempunyai downline langsung tidak terbatas, sekarang hanya bisa mempunyai dua downline langsung (binary system).
Minggu depan mau presentasi langsung di kantornya. Kalau mereka setuju dengan penawaran perusahaan saya, berarti bikin lagi deh software MLM. Tapi tetep aja saya gak mau jadi anggota MLM. ![]()
AMBIVALEN!
#UPDATED:
Dengan memohon maaf kepada calon klien, akhirnya saya memutuskan untuk tidak datang ke pertemuan membahas software MLM tersebut. Terlalu banyak keributan di kepalaku. ![]()
