Baru pulang dari sholat shubuh di Masjid. Dingin….
Sejak beberapa bulan lalu, di kompleks saya ada penghuni baru yaitu AA Gym. Rumahnya yang di sini dihuni oleh istri keduanya, Teh Rini. Sedangkan istri pertama tetep di Bandung. So, sekarang di Masjid ada jadwal ceramah AA Gym bulanan. Sebenarnya juga ada Rhoma Irama, tapi saya tidak pernah lihat dia ceramah, kecuali kadang-kadang khotbah jum’at.
Habis sholat shubuh tadi, AA Gym didaulat untuk ngasih ceramah. Dia ngasih ceramah sekitar 10 menit, lalu membuka sesi tanya jawab. Jamaah malah lebih banyak bertanya seputar pribadi AA Gym dari pada materi ceramahnya. He he he.
Berikut ini petikan jawaban AA Gym yang saya ingat (tidak sama persis karena saya tidak bawa alat perekam):
Saya sangat mensyukuri kondisi sekarang. Dibanding dahulu, hidup saya sekarang lebih nyaman. Dulu saya tidak punya waktu untuk Allah dan keluarga saya. Ini menurut saya adalah cara Allah untuk menegur saya.Saya bisa terjebak ke cinta dunia dan kepalsuannya. Saya jadi takabbur dan riya.
Saya sudah mengalami puncak kejayaan dunia. Saya disanjung dan dielu-elukan di mana-mana. Tahu nggak, menurut LSI pada Juli 2006, rating saya adalah 91% sebagai orang yang dicintai oleh rakyat Indonesia. Itu adalah rating tertinggi yang pernah ada, mengalahkan para politisi dan artis.
Kalau dalam perjamuan kenegaraan, dimana ada presiden, wakil presiden, menteri, ketua MPR, ketua DPR, dan sebagainya, selalu ada satu kursi buat saya yang tidak punya jabatan apapun di negara ini. Akses ke mereka sangat dekat dan mudah. Bahkan kadang mereka yang mencari saya.
Dunia serasa ditumpahkan ke saya. Bayangkan, untuk bicara di TV saya mendapat 5juta per menit, dan TV berebut mendapatkan saya. Saya tampil di hampir semua TV dan dalam satu hari bisa beberapa kali. Belum lagi saya punya puluhan perusahaan yang profitable, dari hotel, jaringan supermarket, travel, dan lain-lain. Begitu mudahnya saya mendapatkan uang sehingga uang 1 miliar serasa tidak ada artinya buat saya.
Kemana-mana saya carter pesawat atau helikopter. Kemana saya pergi, orang berebut untuk melayani saya.
Orang melihat kemegahan saya, namun sebenarnya saya keropos. Yang tahu diri saya selain Tuhan adalah saya sendiri. Saya sangat bersyukur bisa diselamatkan dari keadaan itu melalui pernikahan yang halal. Banyak orang yang dibalik keadaannya dengan cara yang nista.
Saya mengalami masa yang berbalik 180 derajat. Dari disanjung menjadi dihina, dari kemegahan media menjadi buron kejaran wartawan. Itu semua untuk menguji saya untuk apa yang saya ucapkan di depan orang bahwa kita tidak boleh takut dihina manusia karena Allah lah yang harus kita takuti. Dulu berlimpah harta kemudian harus menjual asset. Banyak perusahaan tutup, sehingga perlu dana besar untuk uang pesangon. Tapi alhamdulillah saya masih kuat. Sekarang ini overhead saya 370juta per bulan.
Sahabat sejati jadi tersaring dari sahabat yang hanya demi uang. Kalau dulu bisnis mengandalkan figur saya, sekarang bisnis bener-bener dikelola professional. Pesantren saya Darut Tauhid sekarang lebih solid, dikelola oleh anak-anak muda.
Sekarang saya punya lebih banyak waktu untuk memijit kaki ibu saya, untuk berkumpul dengan keluarga, untuk mendidik anak-anak saya.
Ke depan saya ingin beraktifitas lagi. Baru saja guru saya meninggal. Guru saya yang lain pergi ke Mairo Mesir. Mereka bilang, kalau yang satu meninggal dan yang satu sudah ke kairo, berarti saya sudah saatnya balik lagi. Guru saya yang di Palembang siang malam mendoakan saya. Beliau hanya tidur 2 jam sehari, sisanya untuk sholat dan mendoakan saya.
Udah ada beberapa tawaran dari TV dan Radio. Tapi tidak sebanyak dulu.
Sampai sekarang saya tetap menjalankan aktifitas dakwah, kalau dulu di depan ribuan orang atau di layar TV, sekarang lebih banyak di pabrik-pabrik atau di kolong jembatan.
Materi yang saya sampaikan juga berbeda. Kalau sekarang lebih banyak tentang tauhid (ketuhanan).
Saya masih menjalin hubungan dengan ustaz-ustaz tenar sekarang, seperti Yusuf Mansur, Arifin Ilham, Ihsan Tanjung. Di antara mereka, sayalah yang paling tua.
—————————————————————————————–
Itu aja yang saya inget. Mungkin di benak temen-temen bisa berbeda mengenai pengakuan AA Gym tersebut. Kalau yang saya tangkap:
SISI POSITIF:
- AA Gym adalah orang yang kuat
- AA Gym selalu berfikir positif
- AA Gym pantang menyerah
- AA Gym sekarang (merasa) punya landasan yang lebih kuat dalam berdakwah
SISI (mungkin) NEGATIF:
- AA Gym ingin kembali ke tempat yang dia sebut semu, dia ingin kembali ke puncak kejayaannya.
- Saya merasa ada sedikit kesombongan , semoga aja itu hanyalah refleksi kepercayaan dirinya yang sangat tinggi atau untuk mempertegas konteks pembicaraan.
Apapun, saya tetap mendukung langkah AA Gym untuk come back. Saya sampai saat ini adalah orang yang mengaguminya.
WalLahu a’lam bishsowab.

