Dasar pikun! Lagi-lagi lupa…. sebentar-sebentar lupa, lupa kok cuma sebentar? (he he he, niru gayanya pelawak isak sumantri “ngelantur” dari surabaya).
Ternyata memang saya ini orangnya pelupa. Saat ini saya lagi searching dalam lipatan-lipatan otak saya, siapa nama seorang teman yg sedang saya butuhkan sekarang untuk sebuah urusan. Saya tahu pasti orangnya, tapi kok secara tiba-tiba lupa namanya….
Jadi teringat (padahal pelupa, he he), saya pernah ditanya secara mendadak tentang siapa nama adik saya yang sekarang lagi ngafalin al-qur’an itu, eh… kok tiba-tiba otak saya hang, lupa nama adik saya sendiri. Weleh-weleh…. Parah banget gak tuh…. Pernah juga sehari semalam pusing mencari kata “konservatif” yang tiba-tiba hilang dari ingatan saat dibutuhkan….
Jadinya kadang mungkin saya dikira sombong karena melupakan nama teman, padahal bukan bermaksud seperti itu, memang mungkin memori otak saya yang tidak kuat. Saya merasa otak saya bukan ruang simpan, tapi lebih cocok jadi mesin pemroses. Makanya saya tidak menjadi penghafal al-qur’an. Dulu pernah menghafal 1000 bait-bait alfiyah rasanya berat banget….. Sekarang sih sudah lupa semua… he he he…
Pernah juga, saat hari terakhir ngumpulin tugas kuliah. Ngumpulinnya di Salemba sedangkan saya di Depok. Jauh dan macet. Dari subuh saya sudah persiapkan semuanya. Pagi jam 7 saya sudah jalan kaki menuju tempat foto kopi. Saya jilid, saya tata di atas meja. Lalu berangkatlah saya ke salemba. Sampai di salemba di depan petugas, saya baru sadar kalau saya tidak membawa tugas saya!
Suatu ketika, saat saya melepas jam tangan saya lalu bersin. Sambil memegang jam tangan di tangan kanan, saya mengambil tisu di tangan kiri. Setelah selesai mengelap hidung, saya berjalan ke tempat sampah, dan…. saya membuang benda yang ada di tangan kanan saya ke tempat sampah!
TERNYATA SAYA TIDAK SENDIRIAN
Rasanya kalau dibuat daftarnya, banyak sekali kekonyolan diri akibat lupa. Tapi ternyata ada juga seorang teman yang juga sangat konyol. Dan menurutku lebih parah. Namanya adalah …. kasih tahu gak ya… gak usah aja deh…. (Ayo, yang bersangkutan harap membuat pengakuan sendiri di sini!).
Di kosnya, suatu ketika dia mencari sapu tangannya (entahlah, ini orang kemana-mana selalu bawa sapu tangan). Dia teringat, bahwa sapu tangannya ada di saku celananya yang sedang akan dicuci. Dia bersyukur walaupun celananya sudah masuk mesin cuci tapi belum dicuci. Dia mengambil celananya dari mesin cuci, merogoh semua kantong celana untuk mendapatkan sapu tangan yang dicarinya sejak tadi. Di saku pertama, dia menemukan handphonenya, lalu dia memasukkan handphone kembali ke saku celana. Di saku kedua baru dia menemukan sapu tangan. Dia mengambil sapu tangan lalu melempar celananya (yang ada handphonenya) ke dalam mesin cuci lalu menyalakan mesin cuci. Maka, jadilah handphonenya berkeping-keping diremas sang mesin.
Mungkin itu orang sangat fokus terhadap apa yang dia tuju. Kalau sejak awal dia mencari sapu tangan maka gak peduli dengan handphone. Jangan-jangan, nanti karena fokus mencari baju buat istrinya, dia malah meninggalkan istrinya. He he he.

